Sekda Buka Penyuluhan Komunitas Pasar

0
84

Tanjungpandan—–Sebagaimana kita pahami bersama Gerakan Keamanan Pangan merupakan salah satu program Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dibidang keamanan pangan agar kemudian dapat melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai ke tingkat perorangan sekaligus memperkuat ekonomi daerah, ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H.MZ. Hendra Caya,SE.,M.Si dalam sambutannya pada kegiatan Penyuluhan Komunitas Pasar dan Kampanye Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di BW Suite Hotel, Tanjungpandan (18/07) Senin siang.

Selain itu, program ini erat kaitannya dengan suksesnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif, rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.

Diakhir sambutannya, Sekda berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menerapkan ilmu, pengetahuan dan wawasan yang diperoleh masing-masing komunitas.

Sementara itu, Kepala Balai POM Pangkalpinang Tedy Wirawan,M.Si,.A.pt dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia, Badan POM RI menyelenggarakan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dengan strategi program yaitu pelatihan, pengawasan, advokasi, monitoring dan evaluasi, serta replikasi pasar. Penyuluhan kepada komunitas pasar ini sangat mendukung program pasar pangan aman yaitu dengan menambah pengetahuan dari komunitas pasar mengenai bahan berbahaya sehingga dapat meminimalisir peredaran bahan berbahaya yang ada di pasar serta pemahaman dari komunitas pasar khususnya pedagang dalam menjalankan cara ritel pangan yang baik. Program Pasar Pangan Aman di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dilakukan sejak Tahun 2013 dan sampai 2022 sebanyak 12 (dua belas) pasar yang ada di Kepulauan Bangka Belitung telah dilaksanakan intervensi program. Adapun pelaksanaan pengawasan tahap I melalui sampling dan pengujian telah dilaksanakan pada bulan April – Mei Tahun 2022 di Pasar Induk Tanjungpandan dimana telah dilaksanakan pengambilan sampel dan pengujian sebanyak 100 (seratus) sampel dan masih ditemukannya 1 (satu) sampel buah manisan mengandung pewarna tekstil rhodamin B dan 4 (empat) sampel es atau minuman yang mengandung cemaran mikrobiologi. Sedangkan untuk Pasar Berehun dari 100 (seratus) sampel yang dilakukan sampling uji masih ditemukan 3 (tiga) sampel minuman yang mengandung cemaran mikrobiologi dikarenakan penerepan hygiene sanitasi yang belum maksimal, oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan penyuluhan komunitas pasar ini dilaksanakan sebagai salah bentuk sarana untuk meningkatkan pengetahuan kepada komunitas pasar sehingga dapat meminimalisir peredaran bahan berbahaya maupun dapat menerapkan hygiene dan sanitasi yang baik pada saat melaksanakan kegiatan di Pasar.