Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Pemerintah Kabupaten Belitung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Strategi Pengelolaan Penyu sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pelestarian satwa laut yang dilindungi, khususnya penyu, di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Belitung, serta mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Belitung, Selasa, (07/04/2026), bertempat di Ruang Rapat Pemkab Belitung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) Ditjen Pengelolaan Kelautan beserta Staf Khusus MKP Bidang PRL dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah terkait, aparat desa pesisir, kelompok masyarakat, pelaku wisata, hingga pemerhati lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai pentingnya konservasi penyu, sekaligus menyusun langkah strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Belitung menegaskan bahwa penyu merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang harus dijaga keberadaannya. Ancaman seperti perburuan telur, kerusakan habitat, serta aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan menjadi tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama.
Kolaborasi yang Kuat, Untuk Jaga Kelestarian Penyu

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Belitung ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian penyu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat menjaga kelestarian penyu sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, S.Ip menegaskan bahwa keberadaan penyu sebagai satwa dilindungi memiliki nilai penting tidak hanya dari sisi ekologi, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan biodiversitas yang mendukung nilai universal kawasan geopark. “Revalidasi UGGp Belitung bukan hanya tentang warisan geologi, tetapi juga mencakup komitmen kita dalam menjaga keanekaragaman hayati, termasuk penyu. Oleh karena itu, pengelolaan penyu yang baik menjadi salah satu indikator penting dalam menunjukkan keseriusan kita dalam mengelola kawasan secara berkelanjutan”, jelasnya.

Ia juga menekankan untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) tidak terlepas dari keterlibatan bersama seluruh sektoral, termasuk dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui sosialisasi pada hari ini, diharapkan proses revalidasi untuk memperoleh green card dapat berjalan dengan baik. ‘’Saya berharap dukungan lintas sektor termasuk unsur pemerintah daerah, sektor swasta, serta para pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan, dalam upaya menindaklanjuti seluruh rekomendasi resmi yang telah diberikan oleh UNESCO’’, ujar Marzuki.
Tindakan Konkret, Memperkuat Pelestarian Ekosistem Penyu

Sekda berharap kegiatan ini semakin memperkuat pelestarian ekosistem penyu melalui tindakan konkret, seperti: pembangunan kawasan konservasi, penghentian perburuan telur, serta pelepas liaran penyu secara konsisten. Ia mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan seksama dengan tujuan agar dalam mengelola warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung.

Sosialisasi ini juga menjadi wadah diskusi dan tukar pengalaman antar peserta, khususnya dalam praktik pengelolaan kawasan konservasi yang telah berjalan di beberapa wilayah. Semoga melalui sosialisasi ini, akan terbentuk komitmen bersama serta langkah nyata dalam menjaga populasi penyu. Ke depan, upaya ini diharapkan dapat mendukung keseimbangan ekosistem laut serta memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.
Kegiatan ini menghadirkan nara sumber, diantaranya:
- Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, dengan materi: “Arah Kebijakan Nasional Konservasi Penyu di Indonesia”.
- Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, dengan materi: “Peran Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Penyu di Kabupaten Belitung”.
- Kepala BKSDA Sumsel dengan materi: “Sinergi BKSDA dan Pemangku Kepentingan dalam Konservasi Penyu di Kabupaten Belitung”.
- Kepala BP Geopark Belitung dengan materi: “Konservasi Penyu sebagai Bagian dari Pengelolaan Geopark Belitung dan Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan”.
(Sumber : Press Release Sosialisasi Strategi Pengelolaan Penyu di Kabupaten Belitung)








