Belitung Kian Mendunia, Jalur Internasional Menguat Lewat Diplomasi dan Konektivitas Udara

0
7

Belitung, setda.belitung.go.id — Bandara H.AS. Hanandjoeddin kembali menjadi saksi penting langkah besar Kabupaten Belitung dalam memperkuat posisinya di peta pariwisata internasional, Minggu (24/05/2026). Kehadiran sejumlah tokoh diplomatik dari berbagai negara, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, menandai optimisme baru atas keberlanjutan konektivitas internasional melalui penerbangan langsung Singapura–Belitung yang kini kembali beroperasi pasca pandemi.

Momentum ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol terbukanya kembali “gerbang global” bagi Belitung—sebuah pintu yang diharapkan mampu membawa daerah ini semakin dekat dengan wisatawan dunia, investasi, serta peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membuka kembali jalur internasional tersebut, khususnya dukungan diplomatik dari Pemerintah Indonesia di Singapura.

“Ini adalah momentum penting bagi kita. Kami sangat berterima kasih kepada para Duta Besar yang telah memperjuangkan terbukanya kembali gerbang global Belitung. Beliau telah menjadi jembatan yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan sebagai bagian dari tim pemasaran terbaik kita untuk memperkenalkan Belitung kepada dunia”, ujar Djoni.

Menurutnya, tingkat keterisian penerbangan atau okupansi yang telah melampaui angka 80 persen menjadi indikator kuat bahwa pasar internasional memberikan respons positif terhadap destinasi Belitung. Bahkan, pada beberapa penerbangan tercatat tingkat okupansi dari Singapura menuju Belitung telah menembus lebih dari 90 persen.

Capaian tersebut, kata Djoni, menjadi modal optimisme untuk memperluas frekuensi penerbangan di masa mendatang.

“Kalau pertumbuhan ini terus terjaga, tentu secara periodik frekuensi penerbangan akan bertambah. Semua bergantung pada kekuatan kita dalam mempromosikan Belitung. Wisatawan yang datang sejauh ini merasa puas, terutama dengan lingkungan dan pengalaman yang mereka dapatkan di sini”, katanya.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak harus menunggu segala sesuatunya sempurna.

“Kita tidak bisa menunggu sempurna untuk membuka diri. Tidak ada daerah yang benar-benar sempurna sebelum melangkah. Yang terpenting adalah bergerak, sambil terus memperbaiki dan menyempurnakan secara paralel”, tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi lanjutan, Pemerintah Kabupaten Belitung juga berencana mengundang pelaku industri perjalanan dari Singapura untuk kembali duduk bersama membahas penguatan paket wisata serta promosi terpadu yang lebih agresif.

Optimisme serupa juga disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan, yang turut hadir mendampingi sejumlah Diplomat Mancanegara dalam kunjungan tersebut.

Ia menjelaskan, kunjungan ini turut melibatkan Duta Besar beberapa negara antaranya Meksiko, Laos, dan Kamboja, dengan tujuan memperkenalkan langsung potensi Belitung kepada komunitas diplomatik internasional yang bermarkas di Singapura.

“Duta Besar Meksiko yang hadir hari ini merupakan Ketua Korps Diplomatik di Singapura, sehingga kehadiran beliau sangat strategis. Karena keterbatasan waktu, baru tiga Duta Besar yang dapat hadir, namun dalam dua pekan ke depan kami berencana kembali mengundang Duta Besar dari negara-negara Eropa dan Amerika Latin lainnya”, ujarnya.

Lebih jauh, Hotmangaradja mengungkapkan adanya usulan strategis kepada pemerintah pusat agar Belitung dapat menjadi lokasi Pertemuan Tingkat Tinggi antara pimpinan Negara yakni Singapura dan Indonesia.

“Kami telah mengusulkan kepada Sekretariat Negara agar, bila memungkinkan, pertemuan pimpinan tersebut dapat dilaksanakan di Belitung. Ini masih dalam tahap usulan, namun tentu kita berharap hal itu dapat terwujud”, katanya.

Sementara itu, Ambassador of Mexico to Singapore, H.E. Mr. Agustin Garcia-López Loaeza, menyampaikan kekagumannya atas kemudahan akses menuju Belitung sekaligus pesona alam yang ditawarkan pulau tersebut.

Menurutnya, penerbangan langsung dari Singapura menuju Belitung merupakan terobosan luar biasa yang akan memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Setelah pandemi Covid-19, tidak ada lagi penerbangan langsung dari Singapura. Kini, untuk pertama kalinya, kita kembali bisa menikmati konektivitas ini. Dari rumah saya menuju Bandara Changi hanya 45 menit, lalu penerbangan ke pulau indah ini juga hanya 45 menit. Ini terasa seperti mimpi—sangat mudah dan sangat menakjubkan”, ungkapnya.

Ia menilai Belitung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi unggulan dunia.

“Kami datang untuk melihat langsung keindahan pulau ini dan memahami bagaimana proyek ini akan berdampak positif terhadap pariwisata, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Ini adalah langkah yang sangat baik bagi perkembangan Indonesia.”

Agustin juga menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya mewakili Meksiko, tetapi juga mewakili komunitas diplomatik internasional di Singapura.

“Kami merasa sangat terhormat berada di sini. Bersama Duta Besar Kamboja dan Laos, kami juga membawa semangat persahabatan dari seluruh Korps Diplomatik di Singapura. Belitung adalah tempat yang luar biasa, sebuah surga yang kini semakin mudah dijangkau dunia.”

Terbukanya kembali jalur penerbangan internasional Singapura–Belitung bukan hanya tentang konektivitas udara. Lebih dari itu, ini adalah penanda bahwa Belitung sedang melangkah mantap menuju panggung global—membuka ruang bagi wisatawan, investor, dan komunitas internasional untuk mengenal lebih dekat pesona negeri yang selama ini dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, diplomasi internasional, serta dukungan masyarakat, Belitung tampaknya sedang menulis babak baru: dari pulau wisata nasional menjadi destinasi dunia. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung) 

  • Foto: Irfan
  • Narasi: Dafry
  • Editor: Ferdini
  • Redaktur: Nora