Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Bupati Belitung Tinjau Gudang Sembako dan Pasar

0
5

Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S. Sos, melakukan peninjauan lapangan (sidak) ke sejumlah titik vital mulai dari Gudang Bulog, distributor bahan pokok, Pasar Tanjungpandan, Pelabuhan Tanjungpandan hingga terminal Fuel Pertamina, pada Selasa (10/03/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga aman.  

Dalam kesempatan ini, Bupati menegaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, posisi stok bahan pangan saat ini dalam kondisi mencukupi dan harga dasar masih terkendali. Ia menyebut misi pengendalian stok ini krusial agar inflasi yang disebabkan oleh kebutuhan bahan pokok tidak memberikan dampak negatif bagi daya beli masyarakat.

Dalam sidak ini, Bupati juga menyampaikan bahwa fluktuasi harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu dalam batas yang wajar. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak ini, harga tertinggi Minyak Goreng di pasar berada di angka Rp.15.500 per liter. Sedangkan Daging Ayam terdapat kenaikan tipis sekitar Rp.1.000, sehingga harga mencapai Rp.41.000 per/kg. Pemerintah Kabupaten Belitung berencana melakukan intervensi (treatment) agar harga Daging Ayam kembali ke kisaran Rp. 40.000 per/kg. Untuk Daging Sapi memiliki harga yang bervariasi antara Rp.120.000 per/kg hingga Rp.160.000 per/kg, tergantung pada jenis daging (segar atau beku) dan juga kebutuhan konsumen.

Selanjutnya, berdasarkan hasil sidak, harga Bumbu Dapur dipastikan dalam kondisi normal tanpa ada lonjakan harga yang signifikan. “Kami melihat dari siklus perdagangan, semua bahan tersedia, baik itu minimal stock yang ada di gudang maupun yang masih dalam perjalanan, semuanya tercover sesuai kebutuhan masyarakat”, ujar Djoni. 

Bupati juga memprediksi harga akan tetap stabil hingga hari raya Lebaran karena ketersediaan stok yang mumpuni. Selain melakukan sidak pasar, Pemerintah Kabupaten Belitung saat ini juga tengah mengkaji pembangunan konektivitas logistik langsung antara Pontianak dan Belitung. Selama ini, distribusi produk pertanian seperti; buah-buahan dari Pontianak dinilai masih sulit karena jalur distribusi yang terlalu bergantung pada hub di Jakarta dan Jawa.

“Kita sedang menjajaki potensi apa yang bisa kita antar ke sana dan apa yang bisa masuk ke Belitung. Jika saling menguntungkan, konektivitas itu akan kita bangun agar kita tidak terus menerus bersandar pada Jakarta, meskipun bahan bakunya bukan dari sana”, pungkasnya. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung) 

  • Foto : Irfan
  • Narasi : Teddy
  • Editor : Fradika
  • Redaktur : Nora