Belitung, setda.belitung.go.id – Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos menekankan bahwa ibadah shalat bukan sekadar beban atau ritual rutin, melainkan sebuah “kompas moral” yang seharusnya menuntun langkah hidup dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan Bupati dalam sambutannya saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama para tokoh agama dan jemaah, di Surau Al-Shahin, Sabtu malam (24/01/2026).

Dalam kesempatan ini, Bupati menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan bentuk cinta Allah SWT kepada Rasulullah SAW di saat beliau mengalami masa-masa tersulit, termasuk kesedihan dan penolakan. Peristiwa ini mengajarkan bahwa ketika dunia terasa sempit dan manusia mengecewakan, Allah akan memberikan penguatan. “Perintah shalat yang diterima langsung oleh Rasulullah ditegaskan sebagai tempat bagi hati yang lelah untuk menemukan ketenangan, bukan sebuah beban”, tuturnya.

​Bupati juga mengajak para jemaah untuk melakukan refleksi jujur mengenai kualitas ibadah yang telah dilakukan. Apakah shalat telah berhasil membimbing untuk berlaku jujur, amanah, adil dalam setiap peran, menjadi lebih sabar dalam menghadapi ujian, rendah hati saat memegang amanah, peduli terhadap sesama, serta menjaga lisan dan menepati janji. “Jika shalat kita benar, insyaallah perilaku kita akan benar. Jika perilaku baik, maka keluarga dan masyarakat akan kuat, sehingga daerah kita menjadi maju dan beradab,” ujar Djoni.

Diakhir sambutannya, Djoni berharap agar peringatan Isra Mi’raj ini tidak berhenti sebagai ceramah saja, melainkan menjadi momentum perubahan diri bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belitung. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung)
- Foto : Irfan
- Narasi : Teddy
- Editor : Fradika
- Redaktur : Nora











