Genjot PAD dan Tata Kota, Bupati Belitung Optimis Hadapi Penurunan Transfer Pusat

0
4

Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, memaparkan strategi penguatan fiskal daerah di tengah tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan mengusung komitmen kemandirian ekonomi, Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 20 persen untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun mendatang. Hal ini disampaikan Bupati pada Rapat Koordinasi dengan Gubernur bersama Bupati dan Walikota Se-Provinsi Kepupauan Bangka Belitung, Senin, (12/01/2026), bertempat di Ruang Rapat Pemerintah Kabupaten Belitung.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Belitung berhasil mencatatkan pertumbuhan PAD yang signifikan, mencapai angka psikologis Rp.211 miliar atau tumbuh sekitar 13 persen dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar Rp.185 miliar. “Langkah ini diambil sebagai “obat” untuk mengatasi defisit dan ketergantungan pada pusat, mengingat dana transfer pusat terus merosot dari Rp930 miliar pada 2023 menjadi Rp672 miliar pada 2025″, ujar Djoni.

Djoni juga menghimbau agar tidak mengeluh, tetapi harus mencari obatnya melalui PAD. “Jika target 20 persen ini terealisasi, Kabupaten Belitung akan menjadi daerah dengan PAD terbesar seluruh Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung,” tuturnya.

Selain fokus pada fiskal, Bupati juga menyoroti pentingnya realisasi belanja daerah untuk menggerakkan ekonomi. Ia memperingatkan OPD yang serapan anggarannya masih di bawah 90 persen, karena belanja pemerintah menyumbang sekitar 20 persen terhadap instrumen pergerakan ekonomi daerah.

Kata Djoni, saat ini, pertumbuhan ekonomi Belitung berada di angka 4,09 persen, dan ditargetkan mampu mencapai standar nasional sebesar 5 persen.
Di sektor pembangunan fisik.

Selanjutnya Bupati juga mempresentasikan desain besar pengembangan wajah Kota Tanjung Pandan. Konsep ini mencakup pembangunan zona hotel, ruang terbuka hijau, fasilitas kuliner, hingga jalur skyforce. Proyek ini bertujuan untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan dari rata-rata 1,5 hari menjadi 2,5 hingga 3 hari. “Kami sudah menyiapkan mapping investasi untuk kawasan pariwisata ini, termasuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di kota Tanjung Pandan. Selain itu, kami juga siap memanfaatkan pembiayaan melalui skema SFR untuk mendukung percepatan ini,” tambahnya.

Dalam paparannya Bupati juga menyampaikan beberapa isu strategis, di antaranya;
1. Penanganan Stunting, yang mana Kabupaten Belitung berhasil menurunkan angka stunting dari 7,84 menjadi 7,64, Proyek Strategis Nasional (PSN);
2. Mengajukan 14 proyek kepada Pemerintah Pusat, termasuk pengembangan pariwisata Tanjung Pendam;
3. Untuk Pengentasan Kemiskinan, dengan menekankan penyediaan tenaga kerja daripada bantuan sosial yang bersifat sementara;
4. Revisi Pajak Galian C, dengan mengusulkan penyesuaian nilai pajak logam non-timah sebesar 20 persen untuk menambah pendapatan daerah. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung)

  • Foto : Irfan
  • Narasi : Teddi
  • Editor : Fradika
  • Redaktur : Nora