​Bupati Belitung Tinjau Kesiapan Desain Penataan Kota, Targetkan Pendanaan World Bank

0
17

Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Pemerintah Kabupaten Belitung tengah mematangkan rencana besar penataan kawasan perkotaan yang terbagi ke dalam empat zona prioritas. Proyek strategis ini kini memasuki tahapan verifikasi lapangan guna mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia (World Bank) melalui program National Urban Transformation Project (NUTP).

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menjelaskan bahwa seluruh desain teknis untuk penataan lahan seluas 50 hingga 70 hektare per zona tersebut telah rampung. Fokus utama saat ini adalah memastikan hasil desain tersebut dapat diimplementasikan dalam bentuk pembangunan fisik melalui skema pendanaan internasional.

​Proses perencanaan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral, termasuk konsultan ahli, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri. Jika disetujui, Kementerian PUPR akan bertindak sebagai pelaksana implementasi fisik di lapangan. “Harapan kita, karena ini memang berpaket seluas seluruh zona ini, kita akan tentukan mana yang menjadi prioritas utama. Apakah kawasan Tanjung Pendam terlebih dahulu atau area Bundaran Satam,” ujar Bupati saat diwawancarai awak media di kawasan Pantai Tanjung Pendam, Selasa sore (13/01/2026).

Dijelaskan Bupati, ​salah satu fokus utama dalam desain yang diusulkan adalah transformasi kawasan Tanjung Pendam menjadi pusat aktivitas yang komprehensif. Konsep yang diusung meliputi:
1. ​Kawasan Komersial (Pengembangan area perhotelan dan pusat kuliner).
2. ​Fasilitas Publik (Pembangunan jogging track, teater pertunjukan, hingga area flora)
3. ​Integrasi Transportasi (Penataan pelabuhan rakyat agar tetap terakomodasi dalam kawasan tersebut).

Terkait hal ini, ​Pemerintah Kabupaten Belitung juga menjalin komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait rencana pemindahan Pelabuhan Perikanan ke area Musang untuk dijadikan kawasan terpadu bersama Angkatan Laut.

​Langkah ini juga melibatkan pihak internasional seperti: UNDP dan World Bank. Hal ini merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah. Total anggaran dalam program ini mencapai sekitar 2 juta USD.

​Kata Bupati, dengan bantuan pembangunan ini, kita bisa merepresentasikan harapan masyarakat dan mewujudkan infrastruktur yang menjadi pendongkrak ekonomi kota.

Tim verifikasi juga telah melakukan peninjauan di lapangan untuk mengkaji kesiapan teknis sebelum pembangunan dapat dimulai.



Adapun kawasan ditinjau meliputi; Pelabuhan Perikanan Nusantara, Pasar Tradisional, Sungai Siburik, Bundaran Satam, Hotel Billiton, Pantai Tanjung Pendam, dan Kampung Amau. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung)

  • Foto : Teddy & Irfan
  • Narasi : Teddy
  • Editor : Fradika
  • Redaktur : Nora