Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S. Sos., menghimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Belitung agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal ini ditegaskan Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S. Sos saat melakukan sidak ke Jober Pertamina Tanjungpandan, Selasa siang (10/03/2026).
Sidak ini menyusul adanya isu gangguan stok nasional yang sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan data koordinasi dengan PT. Pertamina Patra Niaga, stok BBM dan LPG untuk wilayah Pulau Belitung dipastikan dalam kondisi aman dan akan terus disuplai secara berkelanjutan.

Djoni menekankan agar masyarakat tidak termakan isu negatif yang beredar di media sosial terkait ketahanan energi nasional. Meski terdapat informasi mengenai stok nasional yang berada di kisaran 20 hari, hal tersebut merupakan standar operasional penyimpanan yang akan terus diisi kembali melalui pengiriman rutin setiap 4 hingga 5 hari. “Jangan sampai ada ketakutan yang justru membawa efek negatif. Stok kita cukup dan pengiriman kapal terus berjalan sesuai jadwal”, tegasnya.

Berdasarkan laporan dari Field Terminal Tanjung Pandan, ketahanan stok saat ini terpantau sangat memadai. Pertamina Dex mencapai stok lebih dari 56 hari. Sedangkan LPG bertahan hingga 13,3 hari dan akan kembali bertambah dengan jadwal masuknya kapal pengangkut pada tanggal 16 Maret mendatang. Untuk Pertalite dan Biosolar dipastikan aman melalui siklus lima urutan kedatangan kapal selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain menghimbau masyarakat, Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada pihak Pertamina untuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah adanya aktivitas pengumpul atau spekulan yang memanfaatkan situasi. “Fokus kita adalah menjaga agar BBM ini benar-benar sampai ke tangan masyarakat, bukan tertahan di pengumpul yang bisa memicu gejolak harga maupun kelangkaan”, jelasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dibahas rencana jangka panjang untuk memperkenalkan kompor induksi sebagai alternatif penggunaan LPG. Berdasarkan kalkulasi, penggunaan kompor induksi dinilai 15% lebih murah dibandingkan LPG subsidi dan hingga 60% lebih hemat dibanding LPG non-subsidi. ‘’Pemerintah Kabupaten Belitung berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi energi tetap lancar demi kelanjutan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat’’, pungkas Bupati. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung)
- Foto : Irfan
- Narasi : Teddy
- Editor : Fradika
- Redaktur : Nora











