Gerbang Internasional Resmi Terbuka: Belitung Menyapa Dunia Lewat Scoot

0
15

Penerbangan Perdana Scoot Airlines Rute Singapura–Tanjungpandan (Belitung) Catat Okupansi Tinggi, Pemerintah Optimis Dorong Pariwisata

Tanjungpandan, setda.belitung.go.id Penerbangan internasional perdana maskapai Scoot Airlines rute Singapura–Tanjungpandan (Belitung) resmi beroperasi, Minggu (03/05/2026). Hal ini menandai dibukanya gerbang baru bagi Kabupaten Belitung menuju pasar global. Pemerintah Kabupaten Belitung menyambut optimis moment ini, seiring tingginya minat penumpang pada penerbangan awal tersebut.

Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S. Sos menyatakan, pembukaan rute ini menjadi langkah penting dalam memperluas konektivitas daerah sekaligus memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi wisata internasional. “Ini moment kita. Hari ini kita mulai membuka gerbang, menandakan bahwa Belitung sudah membuka diri untuk pasar internasional”, ujarnya.

Pada penerbangan perdana ini, tingkat keterisian penumpang dari Singapura menuju Belitung tercatat mencapai sekitar 90 persen. Tingginya okupansi tersebut dinilai mencerminkan antusiasme pasar terhadap Belitung sebagai tujuan wisata baru di kawasan regional.

Meski demikian, jumlah penumpang yang berangkat dari Tanjungpandan (Belitung) ke Singapura masih relatif lebih rendah, yakni: sekitar setengah dari jumlah penumpang yang datang. Kondisi ini dipengaruhi belum optimalnya konektivitas lanjutan dari daerah sekitar, seperti; Jakarta dan Pangkalpinang.

Pemerintah Daerah melihat hal ini sebagai celah sekaligus peluang. Alih-alih memandangnya sebagai kekurangan, skema ini justru dianggap memberi nilai tambah. Wisatawan yang singgah bisa menghabiskan satu malam di Belitung, membuka ruang bagi sektor perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif untuk ikut bergerak. “Ada aktivitas menginap dan belanja. Itu dampak langsungnya”, kata Djoni.

Lebih lanjut, Pemerintah Daerah juga melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk mendorong pola perjalanan transit. Penumpang dari kota lain diharapkan dapat memanfaatkan Belitung sebagai titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan lama tinggal wisatawan dan perputaran ekonomi lokal. “Kami berharap ada aktivitas menginap dan belanja di Belitung. Ini tentu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah”,tuturnya.

Dukungan terhadap pengembangan konektivitas ini juga datang langsung dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan. Ia menilai Belitung berada pada posisi strategis bukan hanya dekat secara geografis, tetapi juga relevan dalam peta wisata regional. Belitung memiliki potensi besar sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang berada di Singapura, termasuk wisatawan mancanegara yang memiliki waktu singkat untuk berlibur.

“Belitung merupakan salah satu destinasi prioritas. Dengan jarak yang dekat, sekitar 50 menit penerbangan, ini menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan ke sini”, ujarnya.

Ia tidak hanya berbicara tentang wisatawan Singapura. Lebih dari itu, Belitung dilihat sebagai perpanjangan pengalaman bagi turis mancanegara yang sudah lebih dulu berada di Negeri Singa. Dengan tambahan waktu dua hingga tiga hari, Belitung bisa menjadi pilihan logis: dekat, berbeda, dan belum terlalu padat. ‘’Meskipun jadwal penerbangan saat ini masih relatif pagi, hal tersebut merupakan tahap awal yang akan terus dievaluasi seiring perkembangan permintaan pasar’’, tuturnya.

Sementara itu, PT. Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas guna mendukung pertumbuhan trafik penumpang. Direktur Komersial PT. Angkasa Pura Indonesia, Veri Y. Setiady, menyebut pembukaan rute ini sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.

Namun, ia juga mengakui tantangan klasik yang kerap muncul mana yang harus didahulukan, peningkatan fasilitas atau pertumbuhan trafik. Sebuah dilema “chicken and egg” yang tidak mudah dijawab. Solusi yang diambil, berjalan beriringan. “Kami optimis peningkatan konektivitas akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan dan ekonomi daerah”, jelasnya.

Ke depan, pengembangan infrastruktur bandara juga menjadi perhatian. Rencana pembangunan terminal baru tengah disiapkan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah. Terminal tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga menghadirkan konsep yang mencerminkan karakter lokal Belitung.

Arahnya jelas: bandara tidak lagi sekadar tempat transit, melainkan bagian dari pengalaman wisata itu sendiri

Bagi Belitung, penerbangan ini adalah awal, bukan puncak. Pemerintah Daerah menyadari bahwa membuka rute saja tidak cukup. Promosi harus digencarkan, pasar harus diperluas, dan identitas lokal harus tetap dijaga. Konsep “unique” yang diusung bukan jargon kosong. Ada keinginan untuk menjadikan bandara dan Belitung secara keseluruhan sebagai ruang yang merepresentasikan budaya lokal, bukan sekadar meniru destinasi lain.

Ditambahkan Djoni, disaat yang sama, Pemerintah Kabupaten Belitung juga belajar dari daerah lain, seperti: Labuan Bajo dan Lombok. Dengan selisih waktu yang tidak terlalu jauh, mereka mampu mengatur jadwal dengan baik sehingga tetap memberikan kenyamanan bagi wisatawan. “Kalau mereka bisa, kita juga harus bisa”, pungkasnya. 

Optimisme itu kini punya landasan yang lebih nyata. Dengan satu penerbangan yang sudah berjalan, Belitung tidak lagi sekadar berbicara tentang potensi, tapi mulai menunjukkan bukti.

Pemerintah Kabupaten Belitung menegaskan akan terus mendorong promosi secara lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri, khususnya di kawasan Asia yang memiliki konektivitas dengan Singapura.

Dengan beroperasinya penerbangan internasional ini, Belitung diharapkan mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat perannya dalam jaringan pariwisata global. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung) 

  • Foto: Teddy
  • Narasi: Dafry
  • Editor: Fradika
  • Redaktur: Kabag Prokopim