Lestarikan Warisan Sejarah, Bupati Belitung Inisiasi Revitalisasi Altar Klenteng

0
13

Tanjungpandan, setda.belitung.go.id  – Pemerintah Kabupaten Belitung resmi memulai langkah revitalisasi terhadap salah satu bangunan bersejarah di Kota Tanjungpandan, yakni: Revitalisasi Ballroom, Altar Klenteng. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga nilai estetika dan fungsi bangunan cagar budaya yang ada di Negeri Laskar Pelangi.

Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S. Sos., dalam sesi doorstop menyampaikan bahwa kondisi bangunan saat ini cukup memprihatinkan. Beberapa bagian atap telah mengalami kebocoran yang menyebabkan genangan air dan kerusakan interior saat hujan turun. “Ini adalah bangunan bersejarah, kebanggaan saudara-saudara kita. Kita lihat kondisinya sudah bocor dan tidak berfungsi maksimal. Maka hari ini kita mulai revitalisasinya”, ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Djoni, proses pemugaran ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil donasi dari seorang putra daerah Belitung yang sukses di perantauan. “Ada donatur dari saudara kita di perantauan, putra Belitung juga, yang hatinya terketuk untuk merevitalisasi gedung ini agar fungsinya kembali, estetikanya terjaga, dan tentunya lebih cantik untuk dikunjungi”, jelasnya.

Revitalisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengembalikan kemegahan bangunan ke bentuk aslinya. Adapun poin-poin utama perbaikan meliputi: perbaikan atap untuk mengatasi kebocoran yang selama ini terjadi, plafon dan pencahayaan untuk pembaruan tata lampu dan langit-langit bangunan, serta pengecatan ulang untuk pengembalian warna khas dinding sesuai desain awal.

Selanjutnya, keterkaitan dengan program penataan kota, Djoni menyebutkan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat (PUPR, Kemendagri, dan Bappenas) serta menjajaki bantuan dari Bank Dunia. Fokus utamanya adalah penataan kawasan Tanjung Pendam dan sekitarnya agar selaras dengan objek-objek wisata sejarah.

Bupati berharap, setelah proses revitalisasi selesai, Klenteng Tepekong tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi magnet baru bagi wisatawan. “Nanti akan dibuka kembali untuk umum. Kita jadikan ini sebagai salah satu destinasi pariwisata, seperti; bangunan-bangunan bersejarah yang dikelola dengan baik di negara lain, seperti yang ada di Jepang. Intinya, kita kembalikan ke bentuk dan fungsi awalnya agar layak dikunjungi”, pungkasnya. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung) 

  • Foto/Narasi : Teddy
  • Editor : Fradika
  • Redaktur : Nora